Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Terungkap ! Penyebab Ardi & Indra Menangis Usai Laga

Terungkap ! Penyebab Ardi & Indra Menangis Usai Laga

Dalam video yang diunggah salah satu akun bobotoh bernama PersibCorps, dua orang pemain anyar Persib Bandung yaitu Ardi Idrus dan Indra Mustaffa tampak berkaca-kaca usai memenangkan laga melawan Mitra Kukar.

Image result for persib

Kejadian tersebut terjadi ketika bobotoh menyanyikan lagu berjudul 'Biru di Hatiku'.

Kepada BobotohID, Ardi dan Indra mengungkapkan apa yang dirasakannya hingga akhirnya mereka meneteskan air mata tersebut. Baik Ardi maupun Indra juga tidak mengelak jika usai pertandingan mereka berdua meneteskan air mata.

"Aku terharu dengan euforia bobotoh dan Viking yang sudah bekerja keras mendukung Persib, terima kasih semuanya," ujar Ardi melalui aplikasi pengolah pesan, Senin (9/4/2018)
 siang."Aku juga gak nyangka, pelatih bisa secepat ini ngasih kesempatan," imbuhnya.

Sementara itu, Indra juga turut merasakan apa yang dirasakan Ardi. 
Selain bangga dengan diri sendiri, atmosfer bobotoh di stadion membuat air mata Indra keluar dengan sendirinya.
"Pokonya bobotoh luar biasa," katanya kepada BobotohID.


Terungkap ! Penyebab Ardi & Indra Menangis Usai Laga

Dalam video yang diunggah salah satu akun bobotoh bernama PersibCorps, dua orang pemain anyar Persib Bandung yaitu Ardi Idrus dan Indra Mustaffa tampak berkaca-kaca usai memenangkan laga melawan Mitra Kukar.


Kejadian tersebut terjadi ketika bobotoh menyanyikan lagu berjudul 'Biru di Hatiku'.
Kepada BobotohID, Ardi dan Indra mengungkapkan apa yang dirasakannya hingga akhirnya mereka meneteskan air mata tersebut. Baik Ardi maupun Indra juga tidak mengelak jika usai pertandingan mereka berdua meneteskan air mata.
"Aku terharu dengan euforia bobotoh dan Viking yang sudah bekerja keras mendukung Persib, terima kasih semuanya," ujar Ardi melalui aplikasi pengolah pesan, Senin (9/4/2018) siang.
"Aku juga gak nyangka, pelatih bisa secepat ini ngasih kesempatan," imbuhnya.
Sementara itu, Indra juga turut merasakan apa yang dirasakan Ardi. Selain bangga dengan diri sendiri, atmosfer bobotoh di stadion membuat air mata Indra keluar dengan sendirinya.
"Pokonya bobotoh luar biasa," katanya kepada BobotohID.

Sumber

Dikontrak Klub Legendaris Yunani, Pemuda 18 Tahun ini Susul Eggy ke Eropa

Setelah Eggy Maulana Fiqri yang menghiasi headline berita nusantara pasca kepindahannya ke Lechia Gdansk, kini ada lagi talenta muda Indonesia yang menyusul ke Eropa. Namun bukan di Liga Polandia seperti Eggy, melainkan ke liga Yunani. Pemuda itu adalah Nicholas Pambudi , seorang anak muda berusia 18 tahun yang merupakan jebolan dari Soccer School Indonesia (SSI) Arsenal, Tangerang.


Dikutip dari bolalob.com (5/2/2018), Nicho rupanya sudah melanglang buana untuk menimba ilmu sepakbola sejak berusia 12 tahun. Awalnya ia hijrah ke Spanyol, lalu ia juga ikut serta dalam seleksi di Belanda, bahkan masuk dan terpilih sebagai 12 Best Players U-19 dalam ajang di Belanda tersebut.

Sempat mencicipi pelatihan di salah satu akademi sepakbola di kota Barcelona, Marcet Fundacion, akhirnya bakat Nicho terendus di dalam negeri dan dipanggil pulang Indra Sjafri untuk ikut seleksi timnas Indonesia U-19, namun sayang ia tak lolos seleksi tersebut.

Lama tak ada kabar, justru kini Nicho muncul dengan kabar bahwa dirinya akan bergabung dengan klub asal Yunani yakni Aris Thessaloniki FC. Bahkan, dalam waktu dekat pihak Aris sendiri akan memperkenalkan bek yang masih berusia 18 tahun tersebut.



Kabar kepindahan Nicho tersebut iamini oleh Hernoto, ayah Aris. Ia menuturkan bahwa segalanya sudah siap, termasuk akomodasi dan tempat tinggal selama disana. Nantinya Nicho akan bertempat tinggal di Aris Apartemen. Hernoto juga berharap bahwa anaknya bisa beradaptasi dengan baik dan lancar demi kesuksesan karirnya di eropa ang baru saja akan dimulai.

Aris Tessaloniki FC sendiri bukan klub gurem di Yunani. Klub ini mempunyai sejarah yang lumayan mentereng dengan beberapa prestasi domestik sebagai juara Liga Super Yunani (kasta tertinggi Yunani) musim 1927/28, 1931/32,1945/46 dan Piala Yunani 1969/70. Meskipun kini Aris sedang terdegradasi ke divisi 2 Liga Yunani, Klub yang berbasis di kota Thessaloniki tersebut tetaplah disegani di Yunani. Saat ini Aris Tessaloniki bertengger di puncak klasemen divisi dua Liga Yunani dan berpeluang besar promosi ke divisi utama musim depan. Mampukah Nicho menaklukkan Yunani untuk kemudian berlaga di liga eropa yang lebih prestisius? kita doakan saja....

4 Bintang Timnas Indonesia Yang Tenggelam Bersama Klub Di Awal Musim Liga 1 2018

Sepakbola.com, Jakarta – Liga 1 2018 sudah memasuki pekan ketiga. Banyak pemain berada dalam sorotan terkait performa yang mengecewakan. Dan menariknya tak sedikit yang merupakan penggawa tim nasional Indonesia.


Performa bintang-bintang Timnas tersebut jauh berbeda saat berseragam Garuda dan di klub masing-masing. Bila di timnas penampilan sangat luar biasa namun berubah drastis saat membela klub.

Bahkan di antara mereka harus merelakan posisinya tergantikan oleh pemain lain. Siapa saja mereka? Berikut Sepakbola.com mencoba untuk merangkumnya dalam ulasan berikut:

1. Febri Hariyadi


Belum ada kontribusi signifikan yang diberikan Febri Hariyadi untuk Persib Bandung dalam dua laga awal Liga 1 2018. Dua kali dimainkan sebagai starter, anak muda 22 tahun ini seolah cuma jadi pelengkap 11 pemain Persib.

Tentunya perbedaan 180 derajat ketika Bow membela timnas. Ia kerap jadi pemecah kebuntuan saat ditugaskan bela negara. Teranyar, Febri mampu mencetak gol spektakuler saat Timnas membungkam Singapura dengan skor akhir 3-0.

Hal ini langsung dijawab oleh asisten Persib, Herrie Setaiwan menjelaskan tidak ada yang salah treatment yang diberikan klub dengan di timnas. Ia berharap Febri bisa segera menemukan performa terbaiknya.

“Kami tidak mengerti mengapa Febri bisa bagus di timnas, tapi tidak di klub. Padahal, cara bermain Febri sama saja di keduanya,” tutur pelatih yang akrab disapa Jose ini dilansir bolasport.

“Semestinya Febri justru harus lebih bagus saat di klub. Toh dia dipanggil ke timnas kan karena penampilannya di klub,” ujar pilar Timnas Indonesia saat merebut medali emas cabang sepak bola di SEA Games 1991 tersebut.

2. Septian David Maulana


Performa buruk juga ditunjukkan oleh Septian David. Bahkan Septian lebih parah lagi karena ia kesulitan menembus skuat utama Mitra Kukar. Pelatih Naga Mekes, Rafael Berges lebih memilih Hendra Adi Bayaw ketimbang Septian.

Salah satu alasannya Ia mengaku masih butuh waktu beradaptasi dengan gaya pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges Marin. Ia menilai Berges memiliki strategi yang berbeda dengan arsitek sebelumnya.

Menurut Septian, pria asal Spanyol tersebut lebih suka dengan permainan cepat. Makanya setiap pemain Mitra Kukar diminta cepat mengoper ketika mendapatkan bola.

Selain itu di Mitra Kukar ia ditempatkan di poisi sayap kiri berbeda di timnas ia ditempatkan sebagai pengatur serangan sehingga dirinya lebih hidup.

3. Irfan Jaya


Irfan Jaya sejauh ini belum tampil impresif seperti musim lalu. Pemain sayap muda Persebaya Surabaya itu belum mampu memberikan kontribusi berarti buat tim Bajul Ijo dalam dua laga awal Liga 1

Tak ada gol, tak ada assist yang disumbangkan dalam 132 menit pertandingan yang sudah dibukukannya di Liga 1 2018. Padahal, pemain 21 tahun itu menggondol gelar pemain terbaik di Liga 2 musim lalu.

Musim lalu bisa dibilang Irfan merupakan andalan Bajul Ijo. Dia kerap merepotkan barisan pertahanan lawan dengan aksi individunya menyisir dari sisi sayap melakukan penetrasi ke kotak penalti lawan.

Namun, apa yang dialami Irfan ini sebenarnya bukan masalah besar, setidaknya jika mengacu pada musim lalu. Musim lalu, dia juga tidak langsung nyetel bersama Persebaya.

“Sama seperti dulu, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, saya akan terus berusaha adaptasi dan menemukan permainan terbaik saya lagi di Persebaya,” ujar Irfan dilansir bola.com.

4. Ilija Spasojevic


Ilija Spasojevic belum mampu menunjukkan ketajamannya bersama Bali United. Dalam empat pertandingan di Liga 1 dan Piala AFC, Spaso belum mencetak satu gol pun. Terakhir kali eks Bhayangkara FC itu membukukan gol saat melawan Global Cebu di Stadion Rizal Memorial, Filipina 27 Februari. Ketajaman Spaso pun mulai dipertanyakan.

Minimnya gol yang dibuat oleh Spaso menimbulkan spekulasi pemain 30 tahun itu kurang mendapatkan suplai bola dan tidak cocok dengan gaya permainan Bali United.

Namun Widodo Cahyono Putro, pelatih Bali United membantahnya dan menilai hanya masalah waktu saja bagi Spaso untuk kembali mencetak gol. Apalagi ia juga sudah mencetak gol di Bali United selain di Liga 1.

Sumber

Kelewatan! Pemain Timnas U-19 Indonesia Ini Tega Lakukan Hal Begini Pada Klubnya

Pasalnya, pemain berusia 19 tahun itu sukses beberapa kali menyumbang gol untuk Timnas U-19 Indonesia.

Selain memberi kontribusi kepada Timnas, Saddil juga cukup diperhitungkan kala berlaga bersama klubnya, Persela Lamongan.


Saddil kerap menjadi salah satu pemain andalan klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

Namun, tahukah kamu diluar performa garangnya di lapangan, Saddil ternyata menyimpan sebuah fakta mengejutkan soal klubnya.

Saddil ternyata tak memasukkan akun resmi Persela sebagai salah satu akun yang diikutinya di media sosial.

Dari 314 akun yang diikutinya di Instagram, tak ada nama akun Persela dalam daftar tersebut.

Meski begitu, Saddil masih tetap mengikuti akun resmi bos Persela Lamongan, Yunan Alvaro.

Sumber

Ada Tim Tentara Baru di Kompetisi Sepak Bola Indonesia, Ini Dia....

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah sukses punya wakil di Liga 1 2018 yang kini diubah namanya menjadi PS Tira. Nah, ternyata dalam persaingan Liga 3, institusi militer ini juga punya wakil, yakni PS Dharaka Samudra Indonesia (Dharaka Sindo).

Klub Dharaka Sindo yang diprakarsai oleh Danbrigif Raider 9 Kostrad Kolonel Inf Robby Suryadi S.Sos ini bersaing dalam Liga 3 PSSI zona Jawa Timur. Klub ini hasil merger klub Dharaka FC milik TNI dengan Samudra Indonesia.


Pelatih Dharaka Sindo, Hendri Puji, mengatakan, merger baru berusia sebulan dan langsung bersiap menghadapi Liga 3. "Pemain-pemain kami dari Jember asli yang masih sekolah.

Ada pekerja yang ingin berekspresi dalam sepak bola kami kasih wadah. Delapan pemain berprofesi TNI," ujar Hendri seperti dikutip radarindonesia.com, Rabu (4/4/2018).

Samudra Indonesia sebenarnya sudah sejak lama ada. Namun, klub itu kurang tertangani. "Sayang kalau tidak digunakan untuk jadi wadah bagi pemain Jember yang tidak terpilih di Persid.

Saya sendiri sebagai orang Jember, ingin berkarya untuk anak-anak Jember. Minimal mereka punya wadah, dan kalau bisa berprestasi dengan cara ini," kata Hendri.

Hendri menyadari persiapan tim tersebut masih kurang. Idealnya, persiapan minimal sudah dilakukan tiga bulan sebelum kompetisi bergulir. "Itu pun pemainnya sudah harus tertata rapi.

Tapi kami masih tambal sulam karena kondisi. Kami berusahalah. Saya salut kepada pemain yang sudah berusaha keras," jelas Hendri.

Hendri menerapkan formasi 4-2-3-1. "Ini menyesuaikan karakter orang Indonesia. Saya mantan pemain profesional dan tahu betul karakter orang Jember," tutur Hendri.

Kendati persiapan tidak ideal, dalam dua pertandingan awal di Grup G Liga 3, Sindo memetik hasil lumayan bagus. Mereka mengalahkan Banyuwangi Putra 3-0 di kandang lawan.

Lalu mereka berhasil menahan imbang Persid Jember 2-2 dalam sebuah laga derbi yang keras dan diwarnai kartu merah. Enam orang pemain berlatar belakang tentara dimainkan dalam pertandingan ini.

"Dengan proses persiapan yang kurang bagus, kinerja anak-anak sebenarnya belum maksimal. Tapi karena mereka mau kerja keras, kami masih bisa berhasil," kata Hendri. (bolalob.com)

Sumber

Mantap! Persib Bakal Tampil Beda Jika Pemain "Jenius" Ini Bermain Saat Melawan Mitra Kukar

Seperti dilansir dari TribunNews.com(07/04/2018), Persib Bandung akan kedatangan tamu Mitra Kukar dalam pekan ketiga liga 1 2018 pada Minggu, (08/04/2018).

Pastinya kemenangan adalah harga mati bagi tim yang diarsiteki oleh Mario Gomez tersebut, mengingat dua pertandingan sebelumnya yang cukup mengecewakan. Terlebih, pertandingan di pekan ketiga tersebut akan bertempat di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).


Persib Bandung untuk saat ini berada di zona degradasi, dengan poin 1 dan berada dalam posisi 16 klasemen sementara. Maka dari itu kemenangan adalah hal satu-satunya yang bisa mengeluarkan Persib dari zona degradasi.

Namun, menjelang laga tersebut Persib Bandung harus bernafas lega. Sebab, dua pemainnya yang jenius dan kuat Kim Jeffrey Kurniawan dan Victor Igbonefo yang saat ini mengalami cedera kemungkinan bisa di mainkan pada laga melawan Mitra Kukar dikarnakan sudah pulih.


Pernyataan tersebut langsung disampaikan oleh dokter tim Persib Bandung Raffi Ghani, bahwa kedua pemain tersebut sudah pulih dan bisa dimainkan.

"Cedera Kim dan Victor sudah pulih, tinggal kebugaran dan kondisi tubuh. Tetapi, semua keputusan ada ditangan pelatih." Ungkap Ghani, seperti dilansir dari Bobotoh.id(07/04/2018).

Lantas, bagaimana pendapat kalian, dengan kembalinya Kim dan Victor? Apakah jika kedua pemain tersebut bakal menjadi pembeda pada di skuat Maung Bandung? Monggo berikan pendapat di kolom komentar sobat, terimakasih.

Sumber

Sang Ular Piton , Pemain Lokal Yang Tampil Gemilang Di Liga Champion Asia

Fourfourtwo.com 5 April.

Budi Sudarsono merupakan salah satu pemain sepakbola yang sangat piawai dan juga jago gocek bola. dia merupakan sebuah nama besar kesuksesan persepak bolaan indonesia , mengawali karir di Persebaya pada tahun 2000.an Si ular piton mampu tampil apik, dan meskipun agak terseok-seok dan akhirnya bergabung dengan Persik Kediri.


Di Persik Kediri Sang Ular piton tampil memukau, bersama Cristian Gonzales dan Ronald Fagundez mampu membawa Persik Menjadi Juara Liga Indonesia tahun 2006 , dan juga membawa Persik


Tampil memukau di Liga Champion Asia dengan bertemu klub-klub asala asia timur , jepang dan korea. Budi Sudarsono pun juga di panggil ke timnas Indonesia untuk ajang piala Asia yang berlangsung di 4 Negara yaitu Indonesia , Malaysia , Thailand , dan Vietnam. Budi tampil cukup apik , membuat Indonesia Unggul atas Bahrain.

kemudian di samakan oleh Bahrain , sebelum laga usai ada gol sensasional dari hasil tendangan budi yang membentur tiang gawang dan di sambut bambang pamungkas yang membuat Indonesia menang atas Bahrain.

Selain itu , Budi Sudarsono juga menjadi top skorer di piala AFF 2008 , Meskipun Indonesia terseok-seok di ajang tersebut. saat ini Budi Sudarsono masih tercatat sebagai pemain Pscs Cilacap, Akan tetapi , sejak tahun 2017 kemarin Budi Sudarsono mengikuti Lisensi C kepelatihan AFC.

Sumber

Gabung Klub Australia, Pemain Indonesia Ini Jadi Man Of The Match Pekan ke 8

Australia - Salah satu pemain Indonesia, Samuel Sibatuara telah memutuskan untuk pergi kembali ke Autralia, pasca gagal saat mencoba peruntungan di Indonesia bersama PSIS Semarang dan PSMS Medan.


Dibilang pemain Indonesia, karena ayah Samuel Sibatuara adalah orang asli Indonesia, tepatnya Medan yang menikah dengan wanita Australia. Ini artinya, Samuel adalah pemain Indonesia, Keturunan batak


Samuel memiliki skill berkualitas tinggi, dia sempat mencoba peruntungan bersama PSMS Medan. Sayangnya kapasitas seorang Samuel tidak masuk kedalam line-up Djajang Nurdjaman.

Tanpa patah semangat, pemain muda ini bergabung bersama Brisbane City FC, salah satu Tim yang berlaga di National Premier League Queensland. Hebatnya, Samuel baru saja meraih prestasi sempurna.


Ya, sang pemain dinobatkan menjadi Man Of The Match National Premier League Queensland pekan ke-8, setelah berhasil membawa Tim yang dibelanya meraih kemenangan besar 6-0, seperti yang dikutip dari instagram.com/brisbanecityfc (29/3/2018).

Kemenangan Brisbane City FC diraih saat Tim berjuluk The Azzuri tersebut menjamu Sunshine Coast FC di The Corporate Travel Manajement Stadium, 24 April 2018 kemarin.

Dalam laga tersebut, Samue sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54' dan 74'. Bukan hanya mencetak gol, Samuel juga berikan kontribusi yang sangat besar untuk rekan-rekannya meraih kemenangan tersebut.


Dapat kita simpulkan bahwa Samuel memiliki skill dan kualitas yang sangat tinggi dalam bermain sepakbola. Sayang seribu sayang, kualitas dan skill individu yang dia miliki, tidak disadari oleh Pelatih PSMS Medan, Djajang Nurdjaman.

Sumber

Miris, Belum Mainkan Laga Pekan Ketiga, Persib Lagi-lagi Harus Gigit Jari!

Laga hari perdana pekan ketiga Liga 1 2018, Jumat (06/04/18) rasa-rasanya kembali membuat Persib Bandung gigit jari.

Bukan karena Persib kembali meraih hasil minor, karena klub berjuluk Maung Bandung itu baru akan melakoni laga pekan ketiganya pada Minggu (08/04/18) melawan Mitra Kukar. Tapi, karena harus melihat pemain yang dibuangnya justru bersinar di klub barunya.


Ialah Shohei Matsunaga gelandang anyar Persela Lamongan, pemain yang dibuang Persib awal musim ini yang membuat mantan klubnya itu gigit jari dengan penampilan gemilangnya saat melawan PSM Makassar, Jumat (06/04/18).

Mengutip laporan Liga-indonesia.id, (06/04/18) pemain asal Negeri Sakura Jepang itu sukses menyumbangkan dua gol kemenangan bagi Persela di kandang PSM.

Tak cuma itu, catatan Bolasport.com (06/04/18) juga menegaskan bagaimana cemerlangnya penampilan Matsunaga di laga tersebut. Ia tercatat sukses melepaskan dua tembakan akurat, 93 persen umpan yang dilepaskannya juga tepat sasaran. Shohei juga membukukan satu tekel sukses, dan dua kali intersep.

Fakta ini seolah menjadi sebuah anomali dari penampilannya pada musim lalu bersama Persib, di mana pemain 29 tahun itu hanya bisa mencetak tiga gol dari 32 penampilan. Penempatan posisi bermain yang kurang tepat menjadi alasan dirinya kurang maksimal bersama Persib.

"Di Persib saya tak dimainkan di posisi natural. Saya dimainkan di posisi yang lebih ke pinggir. Di Persiba dulu, saya dimainkan sebagai penyerang tengah, dan itu lebih nyaman buat saya," ungkap Shohei.

Shohei sepertinya kini sangat berbahagia bersama Persela, sebab pemain jebolan Schalke 04 kini telah mendapatkan posisi yang tepat di mana semestinya ia harus ditempatkan.

Persib Bandung sendiri sampai dengan pekan kedua Liga 1 2018 belum sekalipun berhasil memetik kemenangan. Pada laga pekan pertama, Maung Bandung harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 1-1 oleh PS Tira di kandang, dan pada pekan kedua Persib menyerah 1-3 dari Sriwijaya FC.

Sumber

Karena Rasa Simpati, Gelandang Persib Bandung Kembali Mencuri Perhatian Media Asing

Meski tak masuk skuat musim 2018, Essien masih berstatus pemain Persib.

Kali media asing, Ghana Soccer Net, memberitakan Essien sedang dirundung duka.


Yakni soal kepergian legenda Chelsea dan timnas Inggris, Ray Wilkins.

Essien dan Ray Wilkins pernah bekerjasama saat bermain di Chelsea.


Saat itu Ray Wilkins menjadi asisten empat manajer berbeda di Chelsea.

Keempat manajer tersebut adalah Gianluca Vialli, Luiz Felipe Scolari, Guus Hiddink, dan Carlo Ancelotti.

Dalam akun instagram resminya, Essien membagi perasaan dukanya, "Rest In Peace buddy," tulis Essien.

Ray Wilkins berpulang di umur 61 tahun akibat serangan jantung.

Selain Michael Essien, mantan pemain Chelsea lain yaitu Dider Drogba pun juga memposting di media sosial.

"Baru tahu tentang berita, menjadi kuat Ray Wilkins dan keluarga. Kami blue army mengirimkan doa-doa kami pada hari religius ini."

Selama berkarier sebagai pemain, Wilkins memenangkan Piala FA bersama Manchester United pada 1983 dan gelar Liga Skotlandia bersama Rangers FC pada 1989.

Wilkins juga pernah membela timnas Inggris dengan 84 caps, hingga ia dijuluki sebagai 'Butch'.

Sumber

Ada Apa Dengan Pemain Timnas yang Satu Ini?

Pemain Timnas Indonesia yang kini memperkuat Persib Bandung, Febri Hariyadi merupakan pemain potensial yang dimiliki Indonesia. Di usianya yang masih sangat muda, Febri selalu tampil luar biasa kala memperkuat Timnas Indonesia U-23.


Saat ini Febri Hariyadi sedang memperkuat klubnya, Persib Bandung di kompetisi Liga 1. Namun menariknya, di dua laga awal yang dijalani Persib di Liga 1, penampilan yang ditunjukkan Febri Hariyadi kurang maksimal. Sangat berbeda dengan penampilannya kala Febri membela Timnas.


Dalam dua laga yang dijalani Maung Bandung, Febri selalu menjadi pilihan utama. Namun seperti dikatakan tadi, penampilan winger lincah itu seakan kehilangan sentuhan magisnya yang biasa ia perlihatkan.


Seperti dilansir Persib.co.id (06/04/2018), hal tersebut membuat jajaran pelatih Maung Bandung mengeluhkan performa pemainnya itu. Asisten pelatih Persib, Herrie Setiawan seolah-olah tidak percaya dengan penampilan pemain yang akrab disapa Bow itu.

"Kami tidak mengerti mengapa Febri bisa bagus di Timnas, tapi tidak di klub. Padahal, cara bermain Febri sama saja di keduanya," ujar pelatih yang akrab disapa Jose itu.

"Semestinya Febri justru harus lebih bagus saat di klub. Toh dia dipanggil ke Timnas kan karena penampilannya di klub", tambahnya.

Mampukah Febri Hariyadi menunjukkan kembali performa terbaiknya bersama Persib Bandung di Liga 1 2018? Kita tunggu aksinya kala ia membela Maung Bandung nanti.

Sumber

3 Mantan Bintang Piala Dunia yang Pernah Merumput di Indonesia

Peter Odemwingie pada musim lalu bermain bersama Madura United. Dia pernah tampil di Piala Dunia 2010 dan 2014 bersama Nigeria (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kompetisi sepak bola Indonesia kerap dihiasi mantan bintang dunia. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan mantan pemain yang menjadi andalan timnas negaranya di pentas Piala Dunia.

Pada musim lalu, Liga 1 dihiasi sejumlah nama tenar. Sebut saja Michael Essien, Peter Odemwingie, hingga Mohammed Sissoko.

Regulasi marquee player musim ini memang dihapus. Tapi klub-klub tetap saja mendatangkan pemain bintang. Ada Danny Guthrie di Mitra Kukar yang sempat berkostum Liverpool dan Newcastle United, sampai mantan striker Paris Saint-Germain, Lorius Arnaud.

Beberapa nama lainnya bahkan pernah menjadi bintang di Piala Dunia. Mereka memilih Indonesia untuk meneruskan kiprahnya di sepak bola Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

Roger Milla


Siapa sangka bintang Piala Dunia 1982, 1990, dan 1994 bersedia merumput di tanah air. Itu yang dilakukan oleh Roger Milla meski datang ke Indonesia sudah berusia 42 tahun.

Milla sendiri sukses bersama Pelita Jaya dan Putra Samarinda. Striker asal Kamerun itu berhasil mengoleksi 23 gol dari 23 penampilan untuk Pelita.


Semusim di Pelita, Milla kemudian hengkang ke Samarinda. Hanya saja catatan golnya jauh menurun, hanya 12 gol dalam 18 penampilan. Tapi, fakta bahwa dia mampu menceploskan dua digit gol dalam semusim tetap saja mengesankan.

Mario Kempes


Siapa tak kenal Mario Kempes? Mantan bintang Timnas Argentina di Piala Dunia 1978 itu pernah bermain di Indonesia bersama Pelita Jaya. Dia datang pada 1999 lalu.

Kempes sendiri tampil gemilang bersama La Albiceleste di Piala Dunia 1978. Di Pelita, dia mampu mencetak 10 gol. Semasa aktif sebagai pemain, beberapa penghargaan diraihnya. Sebut saja top skorer dan pemain terbaik Piala Dunia 1978, serta pemain terbaik Amerika Selatan pada tahun sama.

Peter Odemwingie


Bomber berkebangsaan Nigeria yang pernah bermain di Piala Dunia 2010 dan 2014 itu pernah memperkuat Madura United musim lalu. Sayangnya hubungan kedua belah pihak terputus secara tak baik karena adanya perselisihan.

Hadirnya mantan pemain OSC Lille dan Stoke City tersebut tentu sempat membawa ekspektasi besar. Dia berhasil menorehkan 15 gol untuk Madura United meski sering dilanda cedera.

Selama baerkarir di Eropa, Odemwingie tampil cukup apik. Dia mengemas 30 gol dalam 87 laga bersama West Bromwich Albion. Kemudian, dia juga berhasil mengemas 23 gol dalam 75 penampilan untuk Lille.

Sumber

Gara-gara Hal Ini, Irfan Bachdim Merasa Bali United Punya Kemiripan dengan Klub Eropa

Bulan Mei 2018 akan menjadi masa-masa penuh tantangan bagi Bali United. Bagaimana tidak, selama sebulan ke depan, Serdadu Tridatu dijadwalkan memiliki pertandingan.

Ya, setelah bermain imbang 0-0 menghadapi PSIS Semarang pada 1 April 2018 lalu, klub besutan Widodo C. Putro itu masih akan menghadapi empat pertandingan di kancah Liga 1 2018, dan dua lagi pertandingan lanjutan penyisihan Grup G Piala AFC 2018.

1. Mirip Klub Eropa


Menyadari jadwal kompetisi yang super padat seperti itu, mau tidak mau mengundang berbagai reaksi dari beberapa pemain, termasuk sang penyerang, Irfan Bachdim.

Alih-alih merasa tidak nyaman karena akan lebih dipaksa bekerja keras, pemain kelahiran 11 Agustus 1988 tersebut justru merasa bangga, karena sekarang Bali United memiliki kemiripan dengan klub-klub top Eropa.

"Kami akan menjalani pertandingan yang cukup padat di bulan April. Tapi hal tersebut hal yang biasa karena kami adalah wakil Indonesia di kompetisi Asia."

"Sama halnya di kompetisi Eropa dimana suatu klub yang mewakili negaranya akan menjalani pertandingan di kompetisi domestik dan juga Liga Champions atau Liga Europa," ujar suami Jennifer Bachdim itu seperti dikutip dari laman resmi Bali United.

2. Jaga Fokus


Melihat padatnya jadwal yang akan dilakoni oleh Bali United sebulan ke depan, Irfan pun meminta rekan-rekannya untuk menjaga kondisi.

Bukan tanpa sebab memang, mengignat klub yang musim 2017 lalu bertengger di posisi runner up ini memasang target poin penuh di setiap laga tersebut.

"Kami harus benar-benar fokus di setiap pertandingan, entah itu kompetisi domestik maupun Asia. Di Asia kami harus menang dikandang Yangon United dan juga saat menjamu Global Cebu di Bali. Begitu juga di kompetisi Liga 1 karena kami ingin lebih baik dari tahun lalu," kata Irfan Bachdim.

3. Jadwal Bali United


07 April 2018: Bali United vs Perseru Serui (Liga 1 2018) pukul 18:30 WIB

11 April 2018: Yangon United vs Bali United (Piala AFC 2018) pukul 16:00 WIB

16 April 2018: Persela Lamongan vs Bali United (Liga 1 2018) pukul 18:30 WIB

22 April 2018: Bali United vs Barito Putera (Liga 1 2018) pukul 15:30 WIB

25 April 2018: Bali United vs Global Cebu (Piala AFC 2018) pukul 18:00 WIB

30 April 2018: PS TIRA vs Bali United (Liga 1 2018) pukul 18:30 WIB

Sumber

Penggawa Baru Persib Bandung Di Musim 2018 - 2019, Bakalan Bikin Bobotoh Bangga!

Jajaran penggawa skuat Persib yang baru secara resmi diperkenalkan di gedung Graha Persib Bandung, pada sabtu malam (17/3/2018). skuat baru ini diandalkan oleh Persib untuk melakoni kompetisi Liga 1 2018 untuk mengangkat tropi juara musim ini.


Dalam kesempatan tersebut, Persib sekaligus memperkenalkan jersey barunya. dimuali dari diperkenalkannya pemain senior Persib, Tony Sucipto dan diikuti oleh penampilan pemain lainnya dengan jersey baru berwarna biru putih lengkap dengan nomor punggungnya diatas panggung.


Setelah Tony Sucipto pemain yang diperkenalkan secara berturut - turut yaitu Supardi,Henhen Herdiana, I Made Wirawan, Gian Zola, Dedi Kusnandar, dan pemain persib yang lama lalu diikuti dengan pemain Persib baru yaitu Bojan Malisic, Oh In Kyun, Victor Igbonefo, dan Jonathan Bauman.


Pemain baru yang menjadi sorotan para penggemar Persib adalah Jonathan Bauman. striker asal Argentina ini direkrut dan diandalkan oleh skuat Persib Bandung untuk mencetak gol gol di setiap pertandingan yang akan dilakoni oleh Persib Bandung.

Berikut adalah nama pemain dan nomor punggung penggawa Persib yang baru :

Kiper :

78 - I made Wirawan

1 - M. Natsir

89 - Imam Arif Fadilah

30 - M. Aqil Safik

Bek :

22 - Supardi Natsir

6 - Tony Sucipto

12 - Henhen Herdiana

32 - Victor Igbonefo

4 - Bojan Malisik

2 - Wildansyah

16 - Indra Mustofa

3 - Sabil

Gelandang :

80 - Eka Ramdani

11 - Dedi Kusnandar

24 - Hariono

33 - Oh In Kyun

8 - Gian Zola Nasrullah

23 - Kim Jefrey Kurniawan

7 - Atep

13 - Febri Hariyadi

20 - Vulgensius Billy

27 - Puja Abdillah

77 - Ghazali Muharram Siregar

Penyerang :

10 - Ezechiel N'douassel

9 - Airlangga Sucipto

37 - Muclis Hadi

99 - Jonathan Bauman

Sekialas tadi adalah informasi mengenai Club Persib Bandung. bagaimana komentar anda? apakah Persib dapat menjuarai Kancah sepak bola Liga 1 2018?

Sumber

Indonesia Best XI Ini Bisa Juarai Piala Dunia Di Masa Mendatang

Sepakbola Indonesia telah melahirkan banyak pemain-pemain muda yang berbakat. Hal ini tidak terlepas dari peran PSSI yang terus mencari bibit-bibit muda hingga kepelosok daerah.

Selain itu, PSSI juga memberlakukan peraturan bahwa setiap klub liga 1 harus memiliki pemain muda Indonesia untuk menunjang performa timnas Indonesia di Asia maupun dunia.


Seperti yang dilansir dari www.sumberbola.com (03/04/2018), Sejauh ini ada nama Egy Maulana yang terus menjadi perbincangan publik usai kesuksesan sang pemain yang bermain di Eropa. Bahkan Klub raksasa asal Portugal yaitu Benfica dikabarkan siap meminjam Egy dari Lechia Gdansk pada musim depan.


Hal ini tentu mengharumkan nama Indonesia. Namun, Indonesia kemungkinan akan menjadi juara jika kesebelas pemain muda Indonesia disatukan untuk membentuk tim yang solid. Berikut skuad timnas Indonesia dimasa yang akan datang. Formasi yang digunakan adalah 4-2-3-1.

1.Penjaga Gawang
Indonesia memiliki sejumlah kiper yang hebat. Namun, saat ini Satria Tama lebih diunggulkan untuk menjadi kiper nomor satu Indonesia.


2. Bek

Saat ini Indonesia masih menggunakan jasa pemain senior untuk mengisi lini belakang timnas. Sudah saatnya pemain junior mengambil alih posisi tersebut. Sejauh ini ada nama Putu Gede, Hansamu, Dendy Sulistyawan dan Rezaldi Hehanusa.

3. Gelandang

Untuk gelandang, Indonesia memiliki stok pemain yang begitu banyak. Namun, lini tengah Indonesia akan solid jika diisi dengan sejumlah pemain yang memiliki pressing, passing dan sprint yang hebat. Hargianto, Evan Dimas, Febri Hariyadi, Egy Maulana dan Septian David adalah pemain yang difavoritkan untuk mengisi lini tengah timnas Indonesia.

4. Penyerang

Saat ini Indonesia telah melahirkan pemain depan yang mematikan. Sutan Zico adalah predator yang mematikan dilini timnas Indonesia U-16. Pemain yang mengidolakan Lewandowski tersebut merupakan aset penting masa depan timnas Indonesia.

5. Pelatih

Indra Sjafri menjadi pelatih yang saat ini paling diinginkan oleh sejumlah masyarakat Indonesia untuk melatih para pemain timnas.

Selain sejumlah pemain diatas, Indonesia masih memiliki pemain-pemain yang hebat. Lantas, bagaimana tanggapan kalian? Apakah ada pemain favorit kalian?

Sumber

Agen Michael Essien Datangkan Pemain Baru Lagi ke Persib Bandung

Pemain baru yang mengikuti seleksi bersama Persib Bandung, Ahmad Rajendra mengaku senang bisa ikut berlatih.


"Senang karena awalnya saya juga dari diklat Persib waktu tahun 2014 jadi senang bisa latihan sama senior," ujar Ahmad Rajendra setelah berlatih bersama Persib di Stadion Sport Jabar Arcamnanik, Selasa (3/4/2018).

Ia menuturkan, saat bermain untuk Diklat Persib, ia satu angkatan dengan Febri Hariyadi dan Henhen Herdiana.

Ahmad Rajendra mengaku yang membawanya ke Persib adalah agen bernama Amoguo Mathieu.


Mathieu sendiri merupakan agen pemain yang menaungi Michael Essien.
ya, pemain kelahiran Makassar ini akan datang pekan lalu.

Namun karena Persib sedang bertanding melawan Sriwijaya FC, ia pun baru bisa bergabung bersama tim pekan ini.

Mantan pemain PSGC Ciamis ini pun berharap, bisa bergabung bersama Maung Bandung.

"Harapannya bisa gabung karena terakhir juga pendaftaraan tutup tanggal lima. Terus saya ambil kesempatan di sini dan menutup kesempatan di tim lain jadi mudah-mudahan bisa bermain di Liga 1 bersama Persib," katanya.

Sumber

Kabar Baik! Mario Gomez Siap Penuhi Keinginan Bobotoh

Absennya pelatih Persib Bandung, Mario Gomez di dua laga terakhir Pangeran Biru membawa dampak yang sangat besar. Tanpa kejadiran Gomez, Maung Bandung harus menerima hasil negatif.

Setibanya kembali di Bandung, juru taktik 60 tahun dihadapkan pada tugas berat untuk mengembalikan performa dan mental skuat Persib yang porak poranda imbas dari dua pertandingan tersebut.


Ditambah lagi eks pelatih Johor Darul Takzim dituntut para Bobotoh agar Maung Bandung bisa selalu membawa tiga poin dari setiap pertandingan yang dilakoni.

Bukannya tertekan, rekan karib Hector Cuper malah menjawab keinginan fans fanatik Persib dengan jawaban yang meyakinkan.

"Pasti, kami akan lakukan itu," tegas Gomez, melansir bobotoh.id (03/04/2018).

Pelatih berpaspor Argentina menyadari tak ada satu pun Bobotoh yang ingin melihat klub kebanggaan warga Jawa Barat dipermalukan tim lain. Maka dari itu, Gomez bertekad bisa meraih hasil maksimal di setiap laga.


"Setiap pertandingan kami ingin mendapat tiga poin," ujar mantan asisten pelatih Inter Milan.


Menjamu Mitra Kukar di Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (8/4) mendatang, Gomez memastikan Persib wajib menang agar moral dan mental anak-anak asuhnya kembali terangkat.

"Kadang bisa baik dan bisa buruk tapi untuk pertandingan berikutnya itu sangat penting bagi kami terlebih ini adalah pertandingan kandang. Kami ingin raih tiga poin," tekan Gomez lagi.

Sumber

Orang Ini Dipercaya Bisa Bangkitkan Persib, Benarkah Bobotoh?

Kegagalan Persib Bandung meraih poin penuh di dua laga perdana Liga 1 2018 membuat para pendukungnya kecewa, bahkan mungkin kamu yang sedang membaca tulisan inipun merasakan kekecewaannya.

Pada laga perdana menghadapi PS Tira, Persib Bandung sebenarnya meraih hasil imbang dengan skor 1-1, tapi bagaimana pun bagi tim sebesar Persib bermain di kandang sendiri dan meraih hasil seri adalah suatu kekalahan.


Bukan hanya itu, pada laga keduanya Persib benar-benar meraih hasil mengecewakan saat dipermalukan tuan rumah Sriwijaya FC 3-1. Sebenarnya Persib mampu unggul dan menutup babak pertama dengan skor 1-0. Namun sayang baru babak kedua dimulai saja, para pemain Persib sudah kehilangan konsentrasi.

Mengenai hal itu, kapten Persib Supardi Nasir percaya, jika Mario Gomez akan mampu mengembalikan kepercayaan diri, serta membangkitkan kembali mental para pemain Pangeran Biru.


"Gomez pasti akan melihat pertandingan kita melalui video. Dia pasti lebih tahu perbaikannya di mana‎," ujar Supardi mengutip Persib.co.id (2/4/2018).

Supardi pun mengakui jika pertandingan melawan Sriwijaya FC kemarin adalah jauh dari kata maksimal. Namun, ia meyakini jika Persib meraih kemenangan pertama di laga selanjutnya maka itu akan membuat kedepannya terasa lebih mudah.

"Pertandingan kemarin jauh dari kata maksimal. Ke depan hanya ada satu kata, menang. Sedikitnya hasil kemarin ada pengaruh pada mental pemain. Tapi, satu kali saja kita bisa menang, akan sedikit terasa lebih mudah ke depannya. Kita berharap begitu,"‎ lanjutnya.

Seperdi kita ketahui bersama, pelatih kepala Persib, Mario Gomez harus absen mendampingin anak asuhnya pada dua laga pembuka Liga 1 2018. Pelatih berkebangsaan Argentina itu absen lantaran urusan keluarga yang mendesak.

Sumber

Terungkap! Persib Dianak Emaskan di Liga 1, Ini Buktinya

Liga Indonesia - Persib memulai Liga dengan buruk ditahan di kandang sendiri oleh PS Tira dan dikalahkan Sriwijaya FC di Palembang pun menjadi mimpi buruk bagi tim yang mempunyai target tinggi karena dilatih pelatih berkualitas ini.


Namun ada hal kontroversional saat Persib dikalahkan Sriwijaya FC, Banyak orang yang mengkritik Liga 1 menganak emaskan Persib lantaran lakukan ini.

Instagram resmi Liga 1 memposting postingan dukungan ke Persib usai dikalahkan Sriwijaya yang membuat banyak netizen yang menyoroti hal tersebut, apalagi caption yang dinilai tampak tendensius pada klub berjulukan Maung Bandung.


Dilansir dari BolaSport.com (03/4/2018), Dalam postingannya Liga 1 memberikan semangat kepada Persib yang harus menerima hasil buruk kontra Sriwijaya FC, dalam postingan Instagram resmi Liga 1 menuliskan caption "Tetap semangat, Maung Bandung,"


Hal tersebut pun terkesan tak adil lantaran setelah dua pekan Liga 1 bergulir belum ada ucapan semangat untuk tim lain yang merenggut kekalahan.

Bagaimana pendapat kalian ?

Sumber